"Anak saya umur berapa boleh pakai AI?" Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya bergantung pada satu hal yang sering terlewat: AI yang mana?
AI tidak sama dengan chatbot
Banyak orang tua menyamakan AI dengan chatbot. Padahal AI sudah lama hadir di sekitar anak dalam bentuk lain: rekomendasi video, asisten suara, filter kamera, sampai pengenal wajah. Chatbot hanyalah salah satu bentuknya.
Perbedaan ini penting. Anak TK yang menikmati cerita bergambar buatan AI bersama orang tuanya sangat berbeda dengan anak yang mengobrol sendirian dengan chatbot di kamarnya. Keduanya "pakai AI", tetapi risikonya jauh berbeda.
Batas usia akun menurut aturan terbaru
SKB 7 Menteri 2026 mencantumkan batas usia akun pada produk dan layanan digital serta AI, merujuk pada PP Nomor 17 Tahun 2025.[1][2]
| Usia anak | Akun yang dapat dimiliki |
|---|---|
| Di bawah 13 tahun | Hanya produk dan layanan yang dirancang khusus untuk anak, berisiko rendah, dengan persetujuan orang tua. |
| 13 sampai belum 16 tahun | Produk dan layanan berisiko rendah, dengan persetujuan orang tua. |
| 16 sampai belum 18 tahun | Produk dan layanan digital dan AI, dengan persetujuan orang tua. |
Untuk anak usia dini, SKB lebih tegas lagi. Anak usia dini tidak boleh dibiarkan berinteraksi langsung dengan platform AI, dan waktu layar di rumah dibatasi maksimal 60 menit per hari.[1] Dalam contoh aturan di rumah untuk jenjang SD, chatbot dan aplikasi pembuat gambar hanya digunakan dengan didampingi orang tua.[1] UNESCO juga menekankan penggunaan AI generatif yang sesuai usia.[3]
Usia bukan satu-satunya ukuran
SKB menyebut bahwa pemanfaatan AI harus disesuaikan dengan kesiapan peserta didik, yang mencakup aspek kognitif, psikologis, dan etis.[1] Ini poin yang sering dilupakan.
Anak 15 tahun yang terbiasa menyalin jawaban tanpa memeriksa bisa jadi kurang siap dibanding anak 12 tahun yang terbiasa bertanya "dari mana kamu tahu?". Batas usia memberi pagar minimum. Kebiasaan belajar yang menentukan apakah AI membantu atau justru menggantikan proses berpikir anak.
Pertanyaan yang lebih berguna daripada "sudah cukup umur belum?" adalah: setelah memakai AI, apakah anak menjadi lebih paham, atau hanya lebih cepat selesai?
Tiga hal yang bisa dimulai minggu ini
- Satu jam tanpa gawai setiap hari. SKB mendorong keluarga menyediakan paling kurang satu jam tanpa gawai setiap hari sebagai waktu berkualitas keluarga.[1] Mulailah dari waktu makan malam.
- Minta anak menunjukkan cara ia memakai AI. SKB menyarankan orang tua meminta anak menunjukkan bagaimana AI dipakai untuk tugas sekolah.[1] Datanglah dengan rasa ingin tahu, bukan kecurigaan.
- Sepakati aturan bersama, bukan aturan sepihak. Aturan yang dibuat bersama anak lebih mungkin dijaga ketika orang tua tidak sedang mengawasi.
Langkah ketiga sering menjadi yang paling sulit. Bagaimana memulai percakapannya tanpa terdengar seperti interogasi? Apa saja yang perlu disepakati? Kapan perubahan perilaku anak masih wajar, dan kapan perlu ditangani lebih serius? buku ai policy membahasnya dalam bagian khusus untuk orang tua, termasuk contoh Kesepakatan AI Keluarga dan Kartu Percakapan Meja Makan.
Catatan: rincian teknis batas usia dapat diperbarui oleh peraturan turunan. Rujuk teks lengkap SKB 7 Menteri 2026 dan PP Nomor 17 Tahun 2025 untuk kepastian hukum.
Referensi
-
Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 400.1-492 Tahun 2026 (beserta nomor dari kementerian lainnya). Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial di Jalur Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal. Ditetapkan di Jakarta, 12 Maret 2026.
Kemendikdasmen: SKB Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan KA - Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Dirujuk dalam SKB 7 Menteri 2026 sebagai dasar batas usia akun digital anak.
-
UNESCO. (2023). Guidance for Generative AI in Education and Research. Membahas penggunaan AI generatif di pendidikan, termasuk privasi dan penggunaan yang sesuai usia.
UNESCO: Guidance for Generative AI in Education and Research