AI Policy
Wawasan & Panduan Pemanfaatan AI di Dunia Pendidikan, untuk Orang Tua, Guru, dan Sekolah.
Sekolah sedang terjepit di antara dua tekanan: melarang chatbot dan kehilangan relevansi, atau membiarkannya dan kehilangan proses berpikir siswa. Buku ini menawarkan jalan ketiga, yaitu kerangka berpikir dan perangkat yang membuat guru, sekolah, dan orang tua akhirnya berbicara dalam satu bahasa tentang AI.
Tersedia dalam edisi cetak dan edisi digital. Untuk pembelian sekolah dalam jumlah banyak atau seminar AI Policy, sebutkan pada surel Anda.
- ISBN
- 978-634-296-633-4
- E-ISBN (PDF)
- 978-634-296-634-1
- Tebal
- xviii + 149 hlm
- Ukuran
- 14,5 × 20,5 cm
- Bahasa
- Indonesia
Keunggulan Buku
Tiga hal yang membuat buku ini berbeda dari materi seminar AI pada umumnya.
Blueprint & enam lampiran siap pakai
Contoh dokumen AI Policy sekolah, daftar cek kesiapan, lembar deklarasi penggunaan AI, jurnal eksplorasi, rubrik penilaian, rencana pelajaran 15/85, dan kesepakatan AI keluarga.
Dirancang untuk dibaca cepat
Total 90–120 menit untuk seluruh isi. Ada jalur baca pintas sesuai peran, sehingga buku ini bisa langsung dipakai sebagai bahan rapat guru, rapat yayasan, atau seminar orang tua.
Panduan khusus orang tua
Rumah sebagai sekolah AI pertama: membangun kebiasaan AI yang sehat, mendampingi sesuai tahap perkembangan anak, mengenali ilusi kompetensi, dan tahu kapan harus turun tangan.
Daftar Isi
Ringkasan struktur isi. Klik tiap bagian untuk melihat pokok bahasannya.
BAGIAN A
Memahami Medan Perubahan
- Ternyata AI generasi ‘baby-boomers’, tujuh dekade riset yang jarang diceritakan
- Melatih anak, bukan materi
- Dihukum di sekolah, dipuji di tempat kerja
- Empat risiko chatbot yang perlu diwaspadai
- Guru privat untuk semua anak
- Setelah chatbot, apa berikutnya? Dari agentic AI sampai perdebatan AGI
- Pertanyaan reflektif Bagian A
BAGIAN B
Revolusi Pembelajaran (untuk guru)
- Perang yang tidak perlu dimenangkan
- Prinsip 15/85 dan Diamond Learning Process
- Kapan rasio pembelajaran perlu bergeser
- Menilai proses, bukan sekadar hasil akhir
- Tugas tersupervisi dan tak tersupervisi
- Pertanyaan reflektif Bagian B
BAGIAN C
Perubahan Sekolah (untuk kepala sekolah & yayasan)
- Menunggu atau maju?
- Empat fase menuju sekolah “AI-Ready”
- Kebijakan yang menuntun, bukan mengekang
- Merangkul orang tua
- Seminar AI Policy
- Pertanyaan reflektif Bagian C
BAGIAN D
Peran Orang Tua
- Rumah adalah sekolah AI pertama
- Membangun kebiasaan AI yang sehat
- Mendampingi sesuai tahap perkembangan
- Kapan orang tua perlu bertindak
- Pertanyaan reflektif Bagian D
BAGIAN E + LAMPIRAN
Penutup & perangkat siap pakai
- Blueprint: contoh merumuskan AI Policy sekolah
- Lampiran 1: Daftar cek kesiapan sekolah dan guru
- Lampiran 2: Lembar deklarasi penggunaan AI (siswa)
- Lampiran 3: Jurnal eksplorasi (lembar kerja siswa)
- Lampiran 4: Rubrik penilaian proses dan pembagian bobot
- Lampiran 5: Rencana pelajaran 15/85
- Lampiran 6: Kesepakatan AI keluarga
- Contoh dokumen AI Policy & daftar referensi
Beli buku AI Policy
Tersedia di toko resmi JadiSimpel. Edisi cetak dengan ISBN 978-634-296-633-4, 149 halaman.
Semua toko di atas dikelola langsung oleh JadiSimpel. Untuk pemesanan sekolah, komunitas, atau jumlah banyak, silakan hubungi kami di jadisimpel@gmail.com.
“Jika setelah menggunakan AI, kita tidak menjadi lebih pintar, maka ada kemungkinan kita sedang menjadi lebih malas.”
Tentang buku ini
AI Policy: Wawasan & Panduan Pemanfaatan AI di Dunia Pendidikan ditulis untuk keluarga, pendidik, dan pemimpin sekolah yang sedang mencari cara menyikapi kehadiran kecerdasan buatan di ruang kelas. Buku ini tidak dimulai dari teori AI yang rumit, melainkan dari kejadian nyata yang dialami banyak guru: tugas siswa yang terasa terlalu matang, detektor yang tidak bisa dipercaya, dan nilai yang tidak lagi menggambarkan kompetensi.
Bagian pertama meluruskan pemahaman tentang apa itu AI, bagaimana ia bekerja, ke mana arah perkembangannya, dan risiko apa yang perlu diwaspadai. Pemahaman ini penting karena kebijakan yang disusun tanpa memahami teknologi akan lahir dari kepanikan, sementara kebijakan yang disusun tanpa memahami manusia hanya akan menjadi aturan yang kaku.
Bagian berikutnya membawa pembaca ke ranah praktik: bagaimana guru merancang pembelajaran dan penilaian yang tetap bermakna ketika chatbot ada di genggaman setiap siswa; bagaimana sekolah bergerak bertahap menuju kesiapan menghadapi AI; dan bagaimana orang tua membangun kebiasaan penggunaan AI yang sehat di rumah sesuai tahap perkembangan anak.
Alih-alih menawarkan satu aturan seragam untuk semua sekolah (yang memang tidak pernah ada), buku ini memberi landasan berpikir dan perangkat kerja agar setiap sekolah dapat menyusun kesepakatannya sendiri. Pegangan utamanya satu kalimat: AI boleh membantu anak dalam proses belajar, tetapi tidak boleh menggantikan proses berpikirnya. Ukurannya pun satu pertanyaan sederhana: setelah memakai chatbot, apakah anak menjadi lebih paham, atau hanya lebih cepat selesai?
Ingin membaca ringkasannya lebih dulu? Lihat panduan AI di Sekolah, mulai dari cara menyusun kebijakan AI sekolah dan panduan AI untuk guru.
Buku lain dari penulis yang sama: Apakah Saya Dikutuk Jadi Miskin?
Review Pembaca.
“Saya relate banget sama bagian ‘detektif AI’. Selama ini kalau ada tugas yang terlalu bagus, pasti langsung curiga. Ternyata cara memberi tugasnya juga perlu diubah. Bagian ini menurut saya cukup membuka pikiran.”
“Buku ini kebetulan kami baca pas sekolah lagi bingung mau bikin aturan soal AI. Yang saya suka, ada contoh blueprint-nya, jadi nggak mulai dari kertas kosong. Tinggal disesuaikan.”
“Saya awalnya cuma mau baca bagian yang buat orang tua. Ternyata malah lanjut ke beberapa bagian lain. 😄 Yang soal aturan AI di rumah langsung saya coba pakai. Menurut saya cukup praktis.”
“Saya suka karena bahasanya cukup mudah diikuti. Bagian 15/85 menurut saya menarik. Guru tidak harus terus-menerus menjelaskan, agar siswa bisa mengeksplorasi dan menemukan sendiri. Di kelas tentu masih perlu penyesuaian, tapi sudut pandang ini cukup membuka pikiran.”
Sebelum Anda memutuskan
Buku AI Policy ini untuk siapa?
Untuk orang tua, guru, kepala sekolah, dan pengurus yayasan. Bagian A menjadi fondasi bagi semua pembaca, lalu setiap peran dapat langsung menuju bagiannya masing-masing: guru ke Bagian B, kepala sekolah dan yayasan ke Bagian C, orang tua ke Bagian D.
Apakah perlu latar belakang teknologi untuk membacanya?
Tidak. Penjelasan teknis mengenai cara kerja AI disampaikan dengan bahasa sehari-hari dan analogi yang mudah dibayangkan, sehingga dapat diikuti pembaca tanpa latar belakang teknologi.
Apakah buku ini melarang siswa memakai chatbot AI?
Tidak. Buku ini justru menunjukkan bahwa larangan total dan aplikasi pendeteksi AI sama-sama rapuh. Pegangan utamanya satu: AI boleh membantu proses belajar anak, tetapi tidak boleh menggantikan proses berpikirnya.
Apakah isinya bisa langsung dipakai sekolah?
Bisa. Bagian lampiran memuat blueprint contoh dokumen AI Policy sekolah, daftar cek kesiapan sekolah dan guru, lembar deklarasi penggunaan AI untuk siswa, jurnal eksplorasi, rubrik penilaian proses, rencana pelajaran 15/85, dan kesepakatan AI keluarga, semuanya dirancang untuk disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.
Berapa lama waktu membacanya?
Sekitar 90–120 menit untuk seluruh isi buku. Dengan jalur baca cepat sesuai peran: guru sekitar 60 menit, kepala sekolah sekitar 45 menit, dan orang tua sekitar 40 menit.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Buku ini terbit dengan ISBN 978-634-296-633-4, dan tersedia pula dalam edisi digital dengan E-ISBN 978-634-296-634-1. Untuk ketersediaan, pemesanan sekolah dalam jumlah banyak, atau undangan seminar AI Policy, silakan hubungi kami melalui surel.
Mulai dari satu bahasa yang sama.
Jika setelah membaca buku ini orang tua, guru, dan sekolah mulai memiliki cara pandang yang sama dalam menyikapi AI, tujuan utama buku ini sudah tercapai.